Sirup Air Kelapa

PROSPEK PENGEMBANGAN USAHA AGROINDUSTRI SKALA RUMAH TANGGA SIRUP AIR KELAPA DALAM KEMASAN BOTOL  DAN GELAS PLASTIK

Muhammad Assagaf dan Yusuf

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Timur

Sumber:  http://ntb.litbang.deptan.go.id/

ABSTRAK

Pemanfaatan air kelapa yang merupakan limbah pembuatan minyak kelapa untuk pembuatan sirup sebagai usaha rumahan merupakan salah satu bentuk pemanfaatan air kelapa yang sejauh ini rendah tingkat pemanfaatannya di Kabupaten Ende. Teknologi pembuatan sirup yang sederhana dan peluang pasar yang cukup potensial dari produk sirup merupakan faktor yang akan menarik minat petani kelapa menekuni usaha rumahan ini. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian yang dilaksanakan di Kabupaten Ende sejak bulan Nopember 2003 sampai dengan Mei 2004 yaitu penerapan teknologi tepat guna untuk pemanfaatan air kelapa yang di Kabupaten Ende NTT masih merupakan limbah dan melakukan analisis usaha pengolahan sirup air kelapa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa umur simpan dari sirup yang dikemas dalam botol dan gelas plastik selama 134 hari dengan kriteria mutu organoleptik yang masih dapat diterima oleh panelis, disamping itu petani kelapa di Kabupaten Ende memberikan respon yang baik terhadap teknologi yang diaplikasikan, hal ini dapat dilihat dari usaha yang telah dijalankan secara berkelompok untuk interval waktu setiap satu minggu dengan skala usaha 100 liter air kelapa per bulan. Analisis usaha menunjukkan bahwa usaha rumahan sirup air kelapa yang dikemas dengan botol dan gelas plastik dengan skala usaha 100 liter air kelapa per bulan masing-masing sebagai berikut : Pendapatan bersih sebesar Rp. 514.741 dan Rp. 240.434, arus kas sebesar Rp. 523.658 dan Rp. 260.184, rentabilitas ekonomi sebesar 90% dan 19,7%, dan periode pengembalian modal selama 1,1 bulan dan 5,1 bulan.

Kata Kunci : Pemanfaatan air kelapa, usaha rumahan, sirup air kelapa

PENDAHULUAN

Buah kelapa yang terdiri atas beberapa komponen seperti; sabut, tempurung daging buah dan air sampai saat ini masih belum maksimal dimanfaatkan. Produk olahan di tingkat petani masih terbatas pada kopra, minyak, dan santan yang diolah dari daging buah kelapa.

Air dari buah kelapa muda yang berumur 7-8 bulan merupakan minuman segar yang cukup penting pada daerah penghasil kelapa, maupun di kota-kota besar. Akan tetapi air kelapa dari buah matang, yang merupakan hasil sampingan dalam pembuatan kopra dan minyak, kelapa parut kering sering menimbulkan masalah. Pada pembuatan kopra, air kelapa segar dalam jumlah kecil diberikan kepada ternak, tetapi sebagian besar dibuang, sehingga hasil fermentasinya dapat menyebabkan terjadinya pencemaran di daerah sekitarnya (Ketaren dan Djatmiko, 1978). Fermentasi air kelapa akan meningkatkan keasaman tanah sehingga memberikan pengaruh buruk pada tanaman sekitarnya.

Air kelapa dari buah matang dapat diolah menjadi minuman ringan berupa sirup. Dengan demikian dapat memberikan nilai tambah dan mengurangi pencemaran lingkungan. Selain itu pembuatan sirup dapat dilakukan secara sederhana, sehingga dapat dibuat dalam skala usaha rumah tangga terutama di daerah-daerah penghasil kelapa.

Di Indonesia minuman ringan air kelapa telah dihasilkan secara besar-besaran dalam skala pabrik. Air kelapa tersebut berasal dari limbah proses pembuatan kelapa parut kering. Berbeda dengan produk sirup dari pabrik , penyimpanan sirup air kelapa yang dibuat dengan skala rumah tangga dapat menimbulkan masalah karena proses pembuatannya tidak terkontrol dengan baik. Menurut Gonzales (1984), air kelapa mempunyai kandungan nutrisi yang lebih tinggi dibandingkan dengan minuman ringan lainnya, sehingga mikroba sangat mudah tumbuh dan berkembang.

Air kelapa juga mengandung seejumlah vitamin meskipun dalam Jumlah yang sangat sedikit. Vitamin C sebagai vitamin utama bervariasi jumlahnya antara 2,2 3,7 mg/100 mg (Grimwood, 1975) sebagaimana pada Tabel 1.

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui prospek pengembangan sirup air kelapa sebagai usaha agroindustri skala rumahan berdasarkan umur simpan, mutu organoleptik dan analisis finansial.

BAHAN DAN METODE

Penelitian ini dilakukan di BPTP NTT dan di Desa Kota Baru Kecamatan Kota Baru, Kabupaten Ende, mulai bulan Nopember 2003 sampai dengan Mei 2004

Bahan yang digunakan adalah air kelapa matang (tua), gula pasir, CMC, Asam sitrat, Esense, dan Natrium Benzoat. Pembuatan sirup dilakukan dengan berpedoman pada prosedur pembuatan sirup yang disajikan pada Gambar 1.

Gambar 1. Prosedur Pembuatan Sirup Air Kelapa

Pengujian mutu sirup secara organoleptik dilakukan untuk mengetahui kesukaan dan masa simpan sirup pada suhu kamar dengan menggunakan uji hedonik skala (5-1) (Soekarto, 1985) dimana nilai yang terbaik 5 dan terjelek 1 dengan batas penolakan adalah 3. sample sirup yang akan diuji diencerkan dengan air dengan perbandingan 1 bagian sirup dengan 4 bagian air. Jumlah panelis yang melakukan pengujian berjumlah 15 orang yang melakukan penilaian dari sirup pada kriteria Aroma, rasa, penampilan/warna, dan kekentalan. Pengamatan dilakukan pada awal pembuatan dan pada akhir penyimpanan yaitu bulan ke 5. hasil pengujian dianalisis statistik secara deskriptif.

Untuk mengetahui prospek secara ekonomi dari pengembangan usaha agroindustri rumahan sirup yang dikemas dalam botol dan gelas plastik dilakukan analisis finansial secara sederhana dengan melakukan perhitungan pendapatan bersih, arus kas, rentabilitas ekonomi (RE), dan Periode Pengembalian (PP) (Kadariah, et al 1982).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Umur Simpan dan Mutu Organoleptik Sirup Air Kelapa

Umur simpan atau masa kadaluarsa suatu produk sangat bergantung pada kondisi suhu dimana produk tersebut disimpan. Dalam kegiatan pengkajian ini produk sirup yang akan diuji daya simpannya melalui uji organoleptik, dikemas dalam dua bentuk kemasan yaitu botol dan gelas plastik yang disimpan pada dua kondisi suhu berbeda yaitu suhu kamar dan suhu refrigerator (10 oC). hasil uji organoleptik sirup yang dikemas dalam botol dan gelas plastik pada penyimpanan suhu kamar menunjukkan bahwa selama penyimpanan sampai dengan 134 hari produk yang diuji masih dapat diterima oleh panelis untuk semua kriteria penilaian.

Aroma

Berdasarkan atas hasil pengujian organoleptik dengan 15 orang panelis, menunjukkan bahwa produk sirup dengan konsentrasi gula 75% yang dikemas dengan botol dan gelas plastik yang disimpan pada suhu kamar tidak menunjukan perbedaan yang nyata pada kriteria aroma dimana rata –rata produk pada awal penyimpanan memperoleh nilai aroma pada kisaran nilai 4,15 – 4,67 yaitu mulai dari agak kurang aroma cocopandan sampai mendekati aroma cocopandan yang pas dan tidak tercium bau yang lain. Sedangkan pada akhir penyimpanan rata-rata nilai aroma yang diberikan oleh panelis terhadap sirup yang dikemas dalambotol dan gelas plastik masing –masing adalah sebesar 4,2 dan 4,6.

Aroma cocopandan yang digunakan pada sirup air kelapa menurut komentar para panelis sudah sesuai dan pas untuk jenis sirup ini baik yang belum diencerkan maupun yang telah diencerkan dengan perbandingan antara air dan sirup adalah 4 : 1. Hasil uji organoleptik aroma sirup air kelapa pada wal dan akhir penyimpanan dapat dilihat pada Gambar 3 dan 4 grafik histogram.

Warna

Hasil uji organoleptik untuk kriteria penampilan dalam hal ini warna, yang dinilai menggunakan skala hedonik 5-1 menunjukkan bahwa, sirup yang dibuat dengan konsentrasi gula 75% dan dikemas dengan menggunakan botol dan gelas plastik serta disimpan pada kondisi suhu kamar memperoleh nilai pada awal penyimpanan yang berada pada kisaran antara 3,87 – 4,59 yaitu warna merah yang agak menarik untuk sirup yang telah diencerkan sampai dan warna merah yang menarik untuk sirup yang belum diencerkan.sedangkan nilai kesukaan warna yang diberikan oleh panelis kepada sirup pada akhir penyimpanan menunjukkan perbedaan yang nyata untuk sirup yang dikemas dengan botol dan gelas plastik yaitu masing-masing sebesar 3 dan 4,3 atau warna merah yang agak menarik untuk sirup yang telah diencerkan dan yang belum diencerkan sampai dan warna merah yang agak menarik untuk sirup yang telah diencerkan dan warna merah yang menarik untuk sirup yang belum diencerkan. Hasil uji organoleptik warna sirup pada awal dan akhir penyimpanan di sajikan pada Gambar 3 dan 4.

Rasa

Hasil analisis subjektif melalui uji organoleptik sirup air kelapa untuk mengetahui penerimaan dari panelis terhadap kriteria rasa yang sangat penting untuk suatu pengembangan produk dilakukan dengan menggunakan skala hedonik 5-1. dengan batas penolakan pada nilai 3. Menunjukkan bahwa rasa sirup air kelapa yang dibuat dengan aroma cocopandan dan konsentrasi gula 75% yang dikemas dalam botol dan gelas dan disimpan pada kondisi suhu kamar pada awal penyimpanan memperoleh nilai yang berada pada kisaran antara 3,59 – 4,11 yaitu sirup dengan rasa yang enak, agak manis sampai manisnya pas, dari tidak terasa air kelapa sampai agak terasa air kelapa dan sama sekali tidak terasa sesuatu yang tidak enak dilidah. Sedangkan pada akhir penyimpanan nilai rasa dari sirup yang dikemas dengan botol dan gelas plastik adalah masing-masing sebesar 3,8 dan 3 yaitu rasa sirup yang enak manisnya pas agak terasa air kelapa dan tidak terasa sesuatu yang tidak enak dilidah dan rasa sirup yang enak manisnya pas, tidak terasa air kelapa dan tidak terasa sesuatu yang tidak enak dilidah.

Hasil uji organoleptik rasa sirup air kelapa padaawal dan akhir penyimpanan ditunjukkan pada histogram Gambar 3 dan 4.

Gambar 3. Histogram Nilai Organoleptik Sirup pada awal penyimpanan

Gambar 4. Histogram Nilai Organoleptik Sirup pada akhir penyimpanan (134hari)

Kekentalan

Kekentalan sirup merupakan salah satu faktor mutu secara fisik yang mempengaruhi kesukaan panelis/konsumen untuk menyukai produk sirup. Hasil uji organoleptik kekentalan sirup air kelapa yang dibuat dengan konsentrasi gula 75% yang dikemas dalam botol dan gelas plastik serta disimpan pada kondisi penyimpanan suhu kamar, menunjukkan bahwa penilain yang diberikan oleh panelis terhadap kekentalan sirup yang pas pada awal penyimpanan artinya sirup yang dinilai memiliki kekentalan yang baik dan agak kurang sampai tidak berbusa atau dengan nilai kisaran antara 4,71-5,0, sedangkan penilaian panelis pada akhir penyimpanan terhadap kekentalan sirup menunjukkan bahwa nilai kekentalan tidak mengalami perubahan selama penyimpanan yaitu dengan nilai rata-rata masing-masing sebesar 4,7 dan 5. Hasil pengujian organoleptik kekentalan dari sirup pada awal dan akhir penyimpanan disajikan pada histogram Gambar 3 dan 4.

Sirup yang Dikemas dengan Botol Kaca

Analisis finansial secara sederhana dari usaha pembuatan sirup air kelapa di desa Kota Baru yang merupakan lokasi pengkajian dan pengembangan dari produk yang memanfaatkan kelapa, memperlihatkan bahwa usaha pembuatan sirup air kelapa memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi usaha agroindustri rumahan skala pedesaan, hal ini diperkuat dengan keuntungan yang diperoleh, umur simpan yang cukup panjang 134 hari, dan mutu organoleptik yang cukup baik. Keuntungan yang diperoleh usaha ini selama satu bulan dengan kapasitas produksi 150 botol dengan harga jual Rp. 7500/botol diperkirakan dalam 1,1 bulan dapat kembali modal yang telah dikeluarkan dan usaha ini dapat bertahan pada tingkat suku bunga bank mencapai 90 %.

Hasil perhitungan analisis finansial usaha rumahan pembuatan sirup yang dikemas dengan botol disajikan secara lengkap pada Tabel 2.

Sirup yang Dikemas dengan Gelas Plastik

Bentuk dan jenis kemasan yang digunakan akan mempengaruhi biaya produksi yang dikeluarkan untuk menghasilkan sirup air kelapa dalam kemasan, penggunaan plastik gelas sebagai kemasan sirup air kelapa digunakan dengan maksud untuk memperluas pasar pada konsumen yang sekarang ini cenderung memilih produk minuman dalam kemasan berukuran kecil dan praktis dengan harga yang terjangkau.

Komponen biaya yang meningkat pada penggunaan kemasan gelas plastik adalah investasi alat untuk press gelas yang lebih mahal dibandingkan dengan alat press untuk botol sehingga berdasarkan hasil analisis finansial menunjukkan bahwa dengan menggunakan kemasan plastik usaha pembuatan sirup akan lebih lama periode pengembalian modal yaitu 5,1 bulan dan keuntungan bersih yang lebih kecil yaitu Rp. 240.434 bila kapasitas produksi dalam satu bulan hanya 472 gelas plastik. Untuk mempercepat pengembalian modal dan memperbesar keuntungan dapat dilakukan dengan meningkatkan Jumlah produksi lebih besar dari 500 gelas/bulan. Walaupun demikian penggunaan kemasan plastik pada masa yang akan datang akan lebih diminati oleh konsumen karena kepraktisannya.

KESIMPULAN

  1. Umur simpan dari produk sirup air kelapa yang dikemas dalam botol dan gelas plastik kaca dapat mencapai 134 hari
  2. Mutu secara organoleptik dari sirup yang dikemas dalam gelas plastik dan botol pada akhir penyimpanan masih dapat diterima oleh panelis dengan nilai untuk kriteria aroma yaitu 4,6 dan 4,2 , warna yaitu 4,3 dan 3,0, rasa yaitu 3,0 dan 3,8, kekentalan yaitu 5,0 dan 4,7.
  3. Usaha rumahan pembuatan sirup air kelapa memiliki prospek pengembangan yang cukup baik berdasarkan atas analisis finansial untuk sirup yang dikemas dengan botol dan gelas plastik yaitu dengan skala usaha 100 liter air kelapa per bulan masing –masing sebagai berikut : Pendapatan bersih sebesar Rp. 514.741 dan Rp. 240.434, arus kas sebesar Rp. 523.658 dan Rp. 260.184, rentabilitas ekonomi sebesar 90% dan 19,7%, dan periode pengembalian modal selama 1,1 bulan dan 5,1bulan.

DAFTAR PUSTAKA

Gonzales.1984. A Process for preparing non-carbonated and carbonated coconut water beverages. NISTJ.Philippines, 1 (1).

Grimwood, B. E. 1975. Coconut Palm Products.Food and Agriculture Organization. Italy.

Kadariah, L., Karlina dan C. Gray. 1982. Pengantar Evaluasi Proyek. UI Press. Jakarta.

Ketaren, S. dan Djatmiko. 1978. Daya Guna Hasil KelapaDep. Teknologi Hasil Pertanian. Fatemeta IPB-Bogor

Philippine Coconut Authority (PCA). 1979. Technical Data Handbook on the Coconut, Its Products and By –Products. Diliman. Quezon City Phillipines, 324 p.

Soekarto, S.T. 1985. Penilaian Organoleptik untuk pangan dan hasil pertanian Indonesia. Baharata, Jakarta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s