Banten

Maret 2010

2010 Banten Jadi Pusat Bisnis Kelapa Terpadu

Sumber: http://www.hupelita.com/ 27 Maret 2010

2010 Banten Jadi Pusat Bisnis Kelapa Terpadu

Banten, Pelita
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menargetkan daerahnya menjadi salah satu sentra pengembangan komoditas kelapa terpadu di Indonesia mulai 2010.

Bukan saja dalam bidang budidaya kelapa dan pengolahannya, namun lebih dari itu dalam beberapa tahun kedepan daerah ini diharapkan menjadi pusat industri dan pemasaran buah kelapa.

Rencananya, wilayah yang akan dipilih sebagai sentra kegiatan tersebut adalah Kabupaten Pandeglang. Mengingat potensi budidaya kelapa Pandeglang lebih besar jika dibandingkan dua wilayah lainnya di Banten yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Dari luas area 103.241.16 Ha di tiga daerah tersebut, buah kelapa mampu diproduksi hingga 30.827.58 ton pertahun, dan diperkirakan meningkat pada beberapa tahun mendatang.

Kabid Pemasaran dan Pengembangan Usaha Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi Banten, H Mulyadi, Sabtu (5/4) mengatakan konsep ini sudah mulai mereka garap dan dalam tahap pengajuan.

Saat ini kami masih sebatas perencanaan dan penjajagan. Mudah-mudahan pada 2010 kita sudah mulai start, ujarnya seraya menyebutkan konsep yang sama juga akan diterapkan pada komoditas unggulan lainnya, karet dan kakao.

Dijelaskan Mulyadi, keberadaan sentra pengembangan kelapa terpadu tersebut dimaksudkan sebagai upaya pembangunan bidang perkebunan yang terintegrasi, mulai dari hulu hingga ke hilir.

Artinya, pengembangan ini dilaksanakan sejak dari budidaya hingga pasca panen. Mulai dari penanaman, pembentukan kelembaga an, pengolahan hingga pemasaran.

Konsep pengembangan tersebut katanya bukan tanpa alasan, apalagi dalam hal buah kelapa, Banten memiliki potensi yang cukup menjanjikan.

Pertama, selain memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan, keberadaan buah kelapa sudah sangat dirasakan oleh masyarakat. Selain memiliki potensi ekonomi, juga memberikan nilai tambah yang sangat tinggi, jika diolah dan dipasarkan dengan baik.

Kedua katanya, potensi pasar yang cukup menjanjikan. Karena dari buah kelapa itu bisa diolah berbagai macam barang untuk segala keperluan. Misalnya dijadikan sebagai minyak VCO, kopra, briket, arang, kompos, furnitur, tali kapal, kerajinan, gula, kecap, nata de coco dan alat kesehatan dan kosmetik.

Kabid Perkebunan Dinas Hutbun Provinsi Banten, Agus Purno Hadi menjelaskan bahwa untuk merealisasikan rencana itu, pihaknya saat ini intens memberikan pelatihan dan wawasan bagaimana mengoptimalkan budidaya tanaman pohon kelapa itu. Bantuan bibit juga akan kami fokuskan kepada daerah Pandeglang, katanya.

Diharapkan, sentra pengembangan komoditas kelapa terpadu tersebut akan berjalan sukses jika semua pihak termasuk pemerintah, baik provinsi, kabupaten, dan siapa saja yang membidangi masalah ini memiliki tekad dan komitmen sama tanpa harus saling memanfaatkan hanya karena mereka memiliki kepentingan sendiri maupun kelompoknya.

Jika memang ikhlas, kami siap mendorong sampai kapan pun tegas Herman Fauzi, aktivis sosial pertanian asal Pandeglang. (roy/ck-202)

2 responses to “Banten

  1. Saya tersentuh utk pengamanaan / safety pada petanikelapa yg punya tugas memanjat pohon kelapa tanpa alat pengaman krn memang belum ada alat safety pemanjat pohon kelapa.
    Sekarang saya tlh berhasil membuat inovasi safety pemanjat pohon kelapa ingin di introduksi kpd masyarakat / perusahaan. Mohon bantuan petani / perusahaan yg bersedia bermitra dg saya, hubungi 081319641781. Terima kasih.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s